> london underground <

PEJALAN PUN MESTI BERGEGAS

Larut bersama sistem metro bawah tanah tertua di ibukota medieval Britania Raya.

Membincangkan London Underground tak ubahnya larut bersama denyut kehidupan para penghuni kota dan pelaju (commuter) yang tinggal di seantero kawasan Greater London.

(c) ukirsari

Kesibukan senantiasa ada di stasiun-stasiun metro bawah tanah itu. Seperti para seniman mengamen dekat eskalator pakai gitar dan biola dengan case terbuka berisi lemparan koin, selebaran dan surat kabar dibagikan gratis, serta derap kaki para pekerja dan pejalan mulai pukul 04.30 sampai 01:30 pagi hari berikutnya.

Wahana transportasi massa yang juga akrab disebut ‘Tube’ ini telah menjadi bagian integral dari kehidupan dan keseharian masyarakat London. Simak kumpulan 9 film pendek Inggris bertajuk Tube Tales (1999).

Atau cara orang lokal menyebut alamat mereka, semisal Matt Lucas –penulis naskah dan bintang utama Little Britain bersama David Walliams- dalam sebuah wawancara BBC menyebutkan, “Saya tinggal di kawasan suburban, akhir trayek (Underground) Jubilee Line.”

Keberadaan sistem metro bawah tanah itu telah menjadi penjelas atau penanda lokasi tertentu. Merunut fungsinya sebagai penghubung London dengan kota-kota sekitar, seperti Essex, Hertforshire dan Buckinghamshire.

London Underground tercatat sebagai kereta bawah tanah tertua di dunia, yang mulai beroperasi pada 1863 sekaligus sistem metro pertama dengan kereta elektrik. Saat ini terbagi menjadi 11 jalur dan 268 stasiun, memiliki total trek 400 km –juga terpanjang dalam sejarah.

Kereta Underground sendiri dioperasikan komputer dan biasanya tanpa pengemudi. Tapi ada petugas Passenger Service Agent (PSA) yang berpatroli mengawasi jalannya rute, mengecek tiket sampai mengontrol pintu untuk menjaga keselamatan penumpang.

Berdasar data www.trainweb.org, pengguna harian Underground mencapai sekitar 2,7 juta orang. Masyarakat setempat menjulukinya sebagai ‘tube’ berdasar bentuk terowongannya. Uniknya, meski disebut ‘underground’ sekitar 55% jaringannya berada di atas tanah. Ada dua tipe jalur yang digunakan, sub-surface (sekitar 5 m di bawah tanah) dan deep-level (sekitar 20 m dari muka tanah).

Pada 1854, ada enam jalur terpisah yang beroperasi di luar London City; London Bridge, Euston, Paddington, King’s Cross, Bishopsgate dan Waterloo. Cuma stasiun Fenchurch Street yang benar-benar berlokasi dalam kota.

Kebutuhan pejalan akan transportasi di tengah kota sekaligus bertambahnya jumlah penduduk melahirkan ide membangun jalur bawah tanah yang direalisasikan pada 1863. Seiring bertambahnya penumpang, pada 1908 para operator kereta sepakat memasarkan jasa bersama-sama dengan nama Underground.

(c) ukirsari

Cakupannya Bakerloo Railway, Central London Railway, the City & South London Railway, District Railway, Great Northern & City Railway dan Hampstead Railway, Metropolitan Railway dan Piccadilly Railway. Logo Underground didesain Edward Johnston (1913) berupa lingkaran biru merah dengan garis horizontal dan dikenal sebagai ‘the roundel‘.

Layanan Underground sudah bisa dinikmati sejak kaki melangkah keluar bandara Heathrow. Sebenarnya ada layanan Heathrow Express langsung dari bandara ke stasiun London Paddington.

Tapi kami memilih naik bus gratis dari Terminal 3 sampai stasiun Underground Hatton Cross. Dari sana, cukup berbekal One-day Travelcard siap sudah kami melaju di jalur Piccadilly Line untuk bertualang di London.

Bagi para pejalan yang tak harus melakukan perjalanan pada periode sibuk pagi hari, One-day Travelcard merupakan pilihan jitu. Harganya sekitar £5.50 (Rp 94.600) untuk pemakaian tidak terbatas mulai jam 09:30 sampai tengah malam.

Pilihan lain adalah London Underground Oyster Card. Mirip tiket Underground, Oyster Card dapat digunakan untuk bus, trem serta Docklands Light Railway (DLR). Ujudnya mengingatkan saya pada kartu EZ-link di Singapura yang berlaku untuk MRT, bus sampai paket makanan di kedai cepat saji.

Destinasi wisata sekitar stasiun-stasiun Underground tersedia cukup banyak. Stasiun Tower Hill (jalur District Line dan Circle Line) bisa disodorkan sebagai wacana.

Cuma beberapa langkah di belakang stasiun, terdapat monumen para pelaut Inggris yang gugur kurun 1914 – 1918.  Lantas kastil Tower of London, saksi bisu sejarah penuh darah dari kerajaan Britania Raya. Berikutnya, Tower Bridge dan cukup berjalan satu blok ke Fenchurch Street, bakal dijumpai stasiun kereta National Rail C2C yang siap mengantar penumpang ke kawasan luar London seperti Laindon, Basildon, Leigh-on-Sea sampai Shoeburyness. Atau pilih jalur DLR dan pejalan siap menuju Chelsea atau Greenwich.

Pengalaman di atas Underground sendiri juga penuh romantika. Seperti temperatur ‘mirip sauna’ di musim panas, karena kurang berfungsinya sistem pendingin ruang ditambah padatnya penumpang. Atau musim dingin, tubuh jadi cepat menghangat karena banyaknya orang ditambah baju hangat berlapis-lapis sebagai pelindung dari udara luar.

Musim gugur lalu, saat menaiki Underground jalur Piccadilly Line, kereta sempat terhenti sejenak dan terdengar pengumuman, ‘Dilarang bersandar pada pintu atau kereta Anda tak dapat melanjutkan perjalanan karena alasan keselamatan’. Sebuah bukti membeludaknya pengguna Underground di saat yang sama.

Di sisi lain, bepergian menggunakan Underground juga memberikan konsekuensi manajemen waktu. Perlu alokasi sekian menit untuk bisa masuk dan keluar stasiun bawah tanah. Juga perkiraan jam-jam sibuk atau padat, hingga mesti antre keberangkatan pada menit berikutnya.

Karena itu, sesama pejalan selalu membagi tips, “Bila tujuan Anda hanya terpaut dua stasiun, lebih baik jalan kaki saja biar hemat waktu.”

Jadi, marilah bergegas!

Logistik:

Tiket Tube dapat diperoleh di setiap stasiun Underground; telp: 0845 330 9880 (08:00-20:00, setiap hari dalam sepekan); alamat pos Customer Service Centre, London Underground, 55 Broadway, London SW1H 0BD; tautan Underground http://www.tfl.gov.uk/; pembelian Oyster Card online http://www.tfl.gov.uk/tickets/faresandtickets/visitortickets/5181.aspx; tautan kereta National Rail http://www.c2c-online.co.uk

Info:

11 Jalur London Underground

Bakerloo Line (cokelat), Central Line (merah), Circle Line (kuning), District Line (hijau), East London Line (oranye), Hammersmith & City Line (pink), Jubilee Line (silver), Metropolitan Line (ungu), Northern Line (hitam), Piccadilly Line (biru tua), Victoria Line (biru muda)

Zona pemakaian Underground

Zona 1 adalah pusat kota, antara Circle Line
Zona 6 adalah batas terluar London sampai bandara Heathrow
Zona 7 – 9 adalah jalur-jalur di luar Greater London

Destinasi wisata berdekatan dengan stasiun London Underground

Bank station: Bank of England
Charing Cross station: Trafalgar Square, Nelson’s Column, St Martin-in-the-Fields church, National Gallery
Covent Garden station: Covent Garden Market, Royal Opera House, Theatre Royal Drury Lane
Embankment station: Victoria Embankment Gardens
Green Park station: Spencer House
Hyde Park Corner station: Hyde Park, War Memorial, Apsley House
Knighstbridge station: Harrods
Marble Arch station: Marble Arch
Oxford Circus station: London Palladium
Piccadilly Circus station: Eros statue
Sloane Square station: Royal Court Theatre
South Kensington station: Victoria & Albert Museum, Natural History Museum
Southwark station: Young Vic Theatre
St Paul’s station: St Paul’s Cathedral, Tate Modern, Millenium Bridge
St James’s Park station: Buckingham Palace, Guards’ Museum
Tower Hill station: Tower of London, Tower Bridge
Victoria station: Victoria Palace
Westminster station: Houses of Parliament, Westminter Abbey
Waterloo station: Old Vic Theatre

* dimuat di majalah  National Geographic Traveler Indonesia, vol 1 edisi 2, 2009 *

2 thoughts on “> london underground <

  1. wah, membaca tulisan ini saya jadi kangen kembali ke London, peta jalur Tube malah masih saya simpan dengan baik🙂

  2. terima kasih bila tulisan saya memberi inspirasi dan mengajak anda terkenang lagi🙂 kalau mau koleksi tee-shirt tube juga ada. jalurnya [yang disponsori oleh ikea itu] dan “mind the gap” [kalimat paling populer di antara informasi dan instruksi dalam tube].

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s