Obituary McRae

Menjelang petang di Basildon, Essex –atau dini hari waktu Indonesia Bagian Barat— saya mendapatkan sms yang menyampaikan kabar duka bahwa Juara World Rally Championship [WRC] 1995, Colin McRae wafat dalam kecelakaan udara. “Tragic accident, he was a legend worldwide,” tulis kekasih saya lewat ponselnya.

Di antara para pereli dunia, selain Richard Burns almarhum serta sederet pereli Finlandia, McRae merupakan salah satu favorit saya.

(c) nicholas ingram

Di meja kerja saya, sampai hari ini saya masih memajang potretnya tengah berdiskusi dengan ayahandanya, Jimmy McRae di Reli Swedia ke-48, 14 Desember 1999.

Foto ini dibuat oleh salah satu mentor saya di bidang motorsport; Martin Holmes [yang sukses menulis buku tahunan World Rally Championship dengan sponsor utama Pirelli].

Pengalaman saya tak terlupakan, tentu saja mewawancarai Colin McRae di Rally of Indonesia, Medan 1997. Saat itu ia bergabung di tim Subaru Impreza WRC dengan co-driver Nicky Grist.

Saat itu tengah berlangsung Shakedown di Bagerbang Service Park dan McRae marah-marah karena salah satu teknisinya salah pasang ban. Untuk trek lumpur disediakan ban tipe salju. Jelas dia berang dan mengambil perangkat semacam tang raksasa untuk memotong-motong ‘kembangan’ ban.

Dan saat itu tak ada jurnalis yang berniat mendekat. Kecuali ‘Opa’ Holmes [Martin Holmes] yang mewawancarainya dengan berlutut di depannya, berbekal notes kecil. Saya diam beberapa langkah di belakangnya, menunggu kemarahan juara dunia 1995 reda.

Setelah menunggu cukup lama, ternyata McRae tetap merengut dan saya putuskan mencari waktu yang lebih tepat.

Tak dinyana, saat ‘berburu’ berita di pusat kota, Colin McRae muncul di salah satu diskotek bersama Richard Burns. Tentu ini kesempatan langka! Di antara pertanyaan saya, sempat juga terucap, “Saya menunggu Anda siang tadi … tapi waktunya tidak tepat.” Ia menyambung dengan nada bersahabat, “Oh ya, bad day today. Saya terlihat emosional sekali!”

Sesudah itu, obrolan mengalir lancar. Bahkan saat dikonfirmasi bahwa beberapa media sport mengungkap perseteruannya dengan Burns, ia menampik. “Mungkin di trek jadi seteru. Tapi di luar itu kami berteman. Buktinya? Sekarang kami eksplorasi Medan berdua. Kalau sedang tidak reli, kami sering main motor gede bersama-sama di Inggris. Ditambah adik saya, Alister [juga pereli WRC].”

Kini semuanya tinggal kenangan. Polisi Inggris telah mengklarifikasi Colin Steele McRae dan putranya yang berusia 5 tahun, Johnny, sebagai dua dari empat korban kecelakaan helikopter yang terjadi di Lanark, Skotlandia pada Sabtu, 15 September 2007 pukul 16.10 waktu setempat. Dalam kecelakaan ini tak ada korban selamat.

Colin merupakan putra dari Juara Reli Inggris lima kali, Jimmy McRae. Menikah dengan Alison dan memiliki dua anak, Hollie dan Johnny –dimana Johnny juga turut menjadi korban dalam kecelakaan yang terjadi dekat kediaman mereka di Jerviswood House.

Dalam kejadian ini, Colin mempiloti sendiri helikopter Squirrel AS350B2 bernomor registrasi G-CHBL to McRae. Selain Johnny Gavin McRae, sang putra, kedua korban lainnya adalah Graeme Duncan [sahabatnya] dan Ben Porcelli [sahabat Johnny].

Sepanjang kariernya sebagai pereli, McRae telah mengikuti 146 seri WRC, 1 kali juara dunia [1995], menang 25 kali dan finish 42 kali. Pertama kali mengikuti kejuaraan WRC di Reli Swedia 1987 dan menang pertama kali di Reli Selandia Baru 1993. Kemenangan terakhir di Reli Afrika [Safari] 2002 dan reli WRC terakhir yang diikuti adalah Reli Turki 2006.

Ratu Elizabeth II telah menganugerahi Colin McRae gelar MBE [Member of the Order of the British Empire] pada 1996.

Selamat jalan, Colin. Selamat jalan salah satu pereli terbaik dunia. You’ll be missed by everyone who loves you.

* artikel orisinal penulis, additional source http://www.colinmcrae.com dan http://www.wrc.com, foto oleh nicholas ingram tentang salah satu sudut gereja di skotlandia *

4 thoughts on “Obituary McRae

  1. thanks for dropping by on my blog, mas wono. ini ukirsari dari otomotif group gramedia.
    bener banget, colin orangnya menyenangkan dan aksinya di trek keren banget. kami selalu merindukannya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s