Perjalanan Panjang ‘The Thousand Doors’

(c) ukirsari

Ditinjau dari kondisi fisiknya, eksterior dan interior Lawang Sewu mengundang decak kagum. Meski kondisinya kurang terawat, bangunan tua ini tetap saja menyisakan keelokan arsitektural di masa lalu.

Pernah difungsikan untuk berbagai peruntukan, Lawang Sewu tak ubahnya saksi bisu perjalanan sejarah bangsa Indonesia serta kaum penjajah yang pernah mencoba berkuasa di Bumi Pertiwi.

Julukanya sendiri tak kalah gagah, Lawang Sewu yang berarti si Pintu Seribu. Ini karena bangunan berlantai dua ini punya begitu banyak pintu atau dalam bahasa Jawi nya disebut Lawang.

(c) ukirsari

Konon sahibul hikayat, jumlah pintu sedemikian banyak membuat pusing orang yang ingin cepat-cepat pergi dari tempat ini. Disangka sudah sampai beranda, ternyata masih ada di lingkup ruang dalam. Hingga waktu habis untuk berputar-putar ke sana-kemari sampai mumet sendiri.

Berdiri pada 1901, Jacob F Klinkhamer dan BJ Queendag merupakan duo arsitektur yang membidani Lawang Sewu. Sementara pekerjanya adalah orang kita sendiri. Fungsinya sebagai kantor jawatan kereta api Belanda yang punya nama keren Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij.

Di masa perjuangan Indonesia melawan penjajahan, dalam babakan Pertempuran Lima Hari di Semarang, Lawang Sewu menjadi medan pertempuran para pejuang kita yang bersatu dalam Pemuda Angkatan Muda Kereta Api [AMKA] melawan Kompetai dan Kido Buati Jepang.

Kemudian setelah Agresi Belanda II, Lawang Sewu diambilalih untuk menjadi Kantor Jawatan Kereta Api Indonesia atau kini dikenal sebagai PT Kereta Api Indonesia [PT KAI].

Dan terakhir kali, alihfungsi lagi untuk dijadikan markas Kodam IV/Diponegoro serta kantor Wilayah Departemen Perhubungan Jawa Tengah.

Bekas-bekas ‘peninggalan’ sebagai sebuah markas militer dapat dilihat dari slogan-slogan yang ditulis di kubah Lawang Sewu, berseberangan dengan jendela kaca patri yang melukiskan dua perempuan saling berhadapan. Salah satu kata yang tertulis di situ adalah “disiplin”.

Yang membuat hati ini lega, sudah ada ‘disiplin’ Surat Keputusan Walikota [SK Wali Kota 650/50/1992] yang menyebutkan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan bersejarah di Semarang. Artinya, gedung cantik ini dilindungi undang-undang untuk terus dipertahankan bentuknya seperti sekarang.

2 thoughts on “Perjalanan Panjang ‘The Thousand Doors’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s