Toko Oen, Sepotong Citarasa Eropa di Jawa

(c) ukirsari and ingram

Anda pecinta kue-kue kering dari dapur eyang, nenek atau oma yang punya nama sangat ‘bule’ seperti Lidah Kucing [Kattetonge] atau Kering Keju [Kaastengel]? Bertandanglah ke Toko Oen bila tengah jalan-Jalan ke Semarang. Lokasi TKP nya di Jalan Pemuda, berseberangan dengan supermarket Sri Ratu.

Di sini, silakan bermanja- manja dengan Lidah Kucing dan sebangsanya. Atau mau menyendok es krim pakai Lidah Kucing rasanya juga tak kurang yahud. Lagi-lagi, es krim tempo doeloe siap sedia mengantar pengunjung bernostalgia atau mencicipi kuliner gaya Eropa atau perpaduan Indo-Eropa di masa lalu -dan masih up-to-date buat disajikan sekarang. Sebutlah es krim rasa mocha, mocha kacang, rum raisin atau kismis, strawberry sampai vanilla campur sukade atau manisan kulit jeruk aneka warna yang dicincang kasar serta lainnya.

Atau mau yang lebih serius, bisa dicicip appetizer seperti selada telur [huzarensla] atau daging sapi [bisa diganti ayam] dipanir tepung dan digoreng. Dihidangkan dengan kentang goreng, wortel, buncis setup serta saus cokelat. Makanan ini diberi nama Wiener Schnitzel.

Dulu, noni-noni dan sinyo-sinyo Belanda serta ‘socialite’ Semarang berkumpul di Toko Oen ini untuk santap malam bersama atau sekadar mengadakan cocktail party. Setelah zaman kemerdekaan, resto yang dimiliki keluarga Oen dan mulai beroperasi sejak 1930-an itu terus mempertahankan resep otentik dan sajiannya seperti dulu. Termasuk juga cabangnya yang berdiri di Malang, Jawa Timur [juga berdiri sejak masa pendudukan Belanda].

Jadi kalau dulu pengunjung resto yang mendatangi kedua resto itu adalah socialite Belanda, kini yang mendatangi adalah para pecinta kuliner tempo doeloe serta orang-orang asing yang ingin bernostalgia semasa mereka berada di Indonesia, khususnya di Jawa.

Agar tetap sesuai zaman, menu kuliner Cina dan Indonesia diselipkan dalam deretan hidangan Toko Oen.

Ah, nostalgia. Sesuatu yang manis dan membawa kita pada sebuah klangenan. Sebuah kerinduan yang dituangkan lewat sajian hidangan. Lho, kok jadi sok puitis? Mari-mari, dihabiskan es krimnya!

2 thoughts on “Toko Oen, Sepotong Citarasa Eropa di Jawa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s