Lorong Waktu, fiction part 2

“Saya tak berpikir panjang mengapa harus kemari. Saya hanya menuruti kehendak hati. Maafkan. Hanya ingin mendatangi sebuah rumah, yang alamatnya saya hapal luar kepala, sejak saya remaja. Banyak kenangan yang tercipta meski saya belum pernah berjumpa dengan seseorang yang pernah tinggal di rumah ini. Dan saya tak banyak berharap banyak untuk menjumpainya karena dia ….” Meski terbata-bata, Ronne berusaha mengungkapkan segala yang tersimpan dalam benaknya selama ini.

Tapi sebelum kalimatnya selesai, perempuan itu sudah menukas lebih dulu, “Siapa bilang Anda tak boleh berharap banyak!” Kata yang memotong kalimat panjang Ronne terasa mengagetkan. Bukan intonasinya, melainkan penyampaian akan suatu hal yang di luar perkiraannya.

Ronne tercenung di depan perempuan itu. Berusia sekitar 40 tahun, dengan rambut cokelat panjang yang dikepang dan ditarik ke atas membentuk tiara kecil. “Anda mencari adik saya, Massimo d’Ambrosi?”

Tanpa sepatah kata Ronne mengangguk dan sang perempuan berlalu dari hadapannya. Ia memalingkan wajah, mencari sesuatu. Ayunan bercat putih itu masih ada! Bagai magnet menarik Ronne untuk duduk di sana.

Ah penpal. Sebelum era pertemanan di internet menjadi begitu populer karena kemudahan aksesnya, remaja 1980an melebarkan dunia korespondensi mereka lewat penpal internasional. Bisa berlanjut serius, ada pula sekadar melancarkan kepandaian berbahasa dan berlalu begitu saja seiring pertambahan usia. Toh Ronne tak bisa menganggap hal ini sepele. Apalagi setelah diskusi dengan Pipit Vidiawan, sahabatnya saat kanak-kanak. Mereka sepakat, “Tak mungkin ada ‘rasa’ yang sia-sia adanya.”

Bukti yang diungkap Ronne sendiri, ia berhasil melacak keberadaan Marcus Harris. Aktor pemeran Julian Kirrin di serial Famous Five kesayangannya saat kecil. Pencarian lebih dari 20 tahun, bila digabungkan mulai ia SMP, SMA, kuliah hingga mengambil master.
Perasaannya mengharubiru, manakala sepasang matanya yang bagus membaca,

Thanks for this and I am so pleased to hear that you got so much from the series and indeed from the character of Julian. I was and indeed still am a big fan of the F5 myself and it was a dream come true for me to be given the part, it was two years living the dream.
I am sorry if I didn’t reply to your letters back then, I didn’t get to see them all and mostly they were handled for me, however I must take my share of responsibility and say at that time we received sackfulls each day. However no excuses and I’m pleased to make amends with this email. Best of luck with your career and thank you for taking the trouble to track me down.

Best wishes
Marcus Harris*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s