Posted by: ukirsari | May 27, 2008

On Air di D-Radio: Bikin Budget sampai Oleh-oleh Makanan

For video streaming, please click this then this :)

Cukup lama tak bergaul dengan para wikimuers pun melongok situsnya akibat kesibukan kantor, tiga hari lalu Ibu Gubernur menyampaikan sebuah mandat agar saya menjadi wakil wikimu untuk cuap-cuap di D-Radio, 103.4 FM pada Senin lalu [26/05].

Lha kok? ‘Teganya’ beliau? Mengingat loading kerja saya lagi tinggi-tingginya. Banyak ‘dihiasi’ tugas luar kota pula. Tapi bukannya Ibu Gubernur [ehm, saya juga mencurigai kalau Mas Eryawan juga terlibat dalam kejadian ini] kalau patah semangat.

“Anggota wikimu yang lain, seperti Ibu Nury juga sudah pernah maju, dengan topik berbeda. Jadi tolong diusahakan bisa dan seterusnya dan sebagainya …” yang berakhir dengan statement ‘mesti bisa’. Sempat juga maju-mundur. Karena belum pernah punya pengalaman on-air sebelumnya, selain diwawancara salah satu televisi swasta saat menjadi project officer acara hiburan komunitas otomotif.

Tapi karena topik yang ditawarkan sangat menggiurkan -apalagi kalau bukan soal traveling, hal paling saya sukai!- akhirnya kalimat itu meluncur juga, “Buat Ibu Gubernur, apa sih yang nggak?!”

Jadilah pagi tadi saya sowan ke wikimu. Untuk berangkat bersama-sama ke stasiun D-Radio di salah satu gedung tinggi di bilangan Kuningan, Jakarta Pusat. Bersama saya ada saudara Bayu Wardhana yang menulis buku tentang Jogja Self Guide. Juga Mas Eryawan alias Mas Errr [harus agak banyak menuliskan huruf ‘r' nya agar terdengar mantap saat dibaca] yang membagi ‘kisi-kisi’ [seperti ujian sekolah saja!] hal-hal yang akan dijadikan sub-topik.

Entah kebetulan atau tema ini memang tengah marak, dua minggu lalu saya baru saja diminta menjadi penulis tamu di majalah wanita Chic untuk topik mirip: mengagendakan liburan dan membuat budgeting perjalanan ke Eropa. Jadilah majalah itu saya tenteng-tenteng masuk ruang siaran, seperti Bayu yang juga membawa buku mungil karyanya. Catatan: kalau ada yang mengira beliau baru saja launching buku ini, salah besar! Sudah terbit sejak tahun 2004.

Mbak Riri Wijaya sang presenter D-Radio mengantar kami dalam suasana yang gayeng. Juga Mas Ujo yang muterin lagu, memilih kompilasi lagu cakep keren buat kami. Mas Errr semula bertindak sebagai moderator, tapi kemudian diterjunkan sebagai salah satu pembicara. Disusul saya dan Bayu.

Topik yang dikupas adalah merancang liburan pada umumnya dan bepergian dengan keluarga pada khususnya. Sambung-menyambung, saya, Bayu dan Mas Errr mengungkap bagaimana momentum cuti ini bisa digunakan untuk keluar dari rutinitas. Sebagai sarana ‘recharge battery‘ [from my side] sampai lebih mendekatkan hubungan antaranggota keluarga.

(c) eryawan nurcahya/wikimu

Tak kurang pelik adalah bagaimana membuat pos tertentu di sektor keuangan pribadi atau rumah tangga, agar kegiatan liburan bisa selalu dilaksanakan. Saya pribadi, menganggarkan pos ini ditambah kerelaan mengurangi pos lainnya, semisal cermat membeli barang sampai hemat listrik.

Sedang Mas Errr menyebut sokongan dari THR bisa mendanai kegiatan libur dengan keluarga. Tapi Bayu mengungkap justru uang THR mesti disimpan sebagai tambahan investasi dan dana di pos liburan lah yang mesti dikuras untuk mendanai perjalanan.

Begitu pula soal oleh-oleh. Membawa buah tangan berupa makanan khas tak ditampik oleh Bayu dan saya. Tapi saya berikan catatan, “Sepanjang tidak merepotkan. Karena sebagai backpacker, tentengan saya ya satu ransel di punggung dan dailypack di dada –kalau jadi banyak tentengan kiri-kanan jadinya bagpacker, dong!” Sedang Mas Errr, lebih senang bila oleh-oleh yang bakal ia bingkiskan berupa kaos dari tempat wisata.

Persamaan kami bertiga, oleh-oleh harapannya diterima dengan baik. “Karena dengan memberikannya, artinya yang diberi itu istimewa,” tutur Mas Errr. “Dan dengan membawakan oleh-oleh, artinya kita juga sudah bersusahpayah untuk memberikan sesuatu. Janganlah dilihat dari fisiknya semata,” tambah Bayu.

Begitulah. Tanpa terasa, topik liburan bergulir, diseling lagu-lagu serta panduan dari Mbak Riri berlangsung satu jam. Siaran berakhir dan obrolan santai berlanjut di pantry, sembari menikmati krupuk karak nan sedap.

(c) bayu wardhana/wikimu

Terima kasih buat wikimu untuk memberikan kesempatan kepada saya sebagai salah satu pembicaranya. Maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan, ya :-) Juga untuk Mas Errr yang sudah menuliskan virtual tourist, komunitas maya para petualang di mana saya bergabung. Secara khusus, Giampiero6, VT Manager memberikan support via e-mail. Agar saya bisa mengungkapkan pendapat sebagai seorang petualang yang menikmati benar hari liburnya!


Responses

  1. saya sdh pernah ngebudget tapi gak jadi pergi. duitnya buat yang lain :D

  2. hah … paman tyo ini ada-ada aja deh :)

  3. wah asiknya…
    btw, buku yang rekanmu tulis: jogja self guide, boleh juga idenya. secara rekan hidup gue (baca: misua) dan teman travellingnya berpendapat kalo jogja has nothing!
    tapi gue pribadi agak kaget juga ngeliat kondisi jogja waktu di sana taun 2001. sediiiih banget dibanding sekitar 1998-1999; lebih ’slum’ gituuuu :(

  4. thanks a lot dientje :)

    well … jogja is probably different compared with other city. for me personally, the way how to feel the city is … find by my own. karena jogja tidak ‘menyediakan’, tapi to discover. beda konsepnya semisal dengan bali, mau ini atau itu sudah ada.

    jogja lebih pada klangenan. pengen ‘ini’ yang di peta masa kanak-kanak kita ada, carilah ke sana. seperti contohnya, aku dan nicholas jauh-jauh ngojek buat nyari candi ‘banyunibo’ dan candi ‘ijo’ serta ‘ratu boko’. ah, kayak indiana jones aja ;)

    agak slum, yeah well … if comes into this situation, must be the people, not the city herself, isn’t it?!

  5. Mbak Uki … apa kabar ?
    sayang saya ga denger Mbak Uki mengudara … he he …

  6. kabar baik say, semoga kamu juga yah :)
    eits … nggak apa-apa, secara itu juga ‘tugas’ mendadak dari komunitas wikimu. click aja video streaming nya dan dengerin sebagian [sekitar 2 menit dari 45 menit total percakapan, hehehe :D ]

  7. arie, bener sekali. matur nuwun :)

  8. apa nya yang bener tokh mbak dientje? ;)

  9. Wah bener tuh — liburan adalah terapi jiwa :D , seperti kebanyakan kampret disini motonya adalah: Work hard, play [maksudnya: Liburan] hard-juga :D

  10. jagonya travelling ya…ukirsari ;) ga salah pilih toh

  11. Ariiiiiiiiiii…….. pa kbar? gak nyangka ketemu di wp. kamu masih cerewet kah.. –sdj–


Leave a response

Your response:

Categories