note:
in printed version is available within entitlement Liburan Murah ke Eropa. of course it’s up to the editor but for us personally, naaaah …. that’s not the real point. we just want to share how to make practical and simplify but well-planned trip to europe.
TIPS
PLAN TO EUROPE
Artikel dan foto: Ukirsari and Nicholas Ingram
Beaya bisa direduksi, asal perencanaan matang. Berlibur sebentar juga bukan halangan buat menikmati keindahan benua Eropa, bila tidak bisa mendapatkan libur sebulan penuh.
Menjelang waktu libur atau menengok tanggalan merah, keinginan buat berlibur langsung mencuat. Setelah menjelajah Asia, Afrika dan Australia, benua Eropa bisa dijadikan sasaran petualangan. Persoalannya buat sebagian backpacker adalah, “Cukup tidak dananya?” Errrr …. itu tergantung pada persoalan perencanaan dan ‘divisi dana’ -dalam hal ini kantong kita pribadi. Tapi selama semangat masih tinggi, banyak hal bisa diakali. Kami membagi beberapa resepnya.
1 Waktu
Di mana ada penanggalan merah dan libur massal (National Holiday), di saat itulah orang-orang tergerak untuk ‘membelanjakan’ waktu liburnya. Di sini masalah pertama mencuat: karena semua orang ingin berlibur dan pesan tiket ke tujuan sama, otomatis demand meningkat. Ujung-ujungnya, harga meroket.
Jadi sebaiknya pertimbangkan pemilihan waktu untuk berlibur. Pesan tiket jauh-jauh hari lewat reservasi online juga menguntungkan. Tapi ingat, perhitungkan hari libur atau cuti yang bakal didapat. Jangan sampai last minutes permohonan cuti ditolak atasan dan harga tiket tidak dapat direfund.
2 Tiket
Reservasi online penerbangan budget airlines (low-cost carrier) dirasa paling mantap saat ini. Pasalnya, bila pesan jauh-jauh hari, harapan buat mendapat tiket harga murah terbuka lebar. Cuma perlu diperhatikan, tiket macam demikian biasanya tidak bisa di-refund. Paling banter tukar destinasi dan mesti membayar semacam uang denda. Kalau pun ada refund, itu karena pesawat yang bersangkutan tidak jadi terbang dan tidak ada alokasi penerbangan dari perusahaan itu di hari yang sama.
Selain low-cost carrier, terbang dengan maskapai non-budget belum tentu ‘mencekik leher’. Coba browsing situs reservasi tiket online atau tanya langsung ke travel agent yang menyediakan tiket GV2, GV4 dan seterusnya.
Artinya, tiket diberi harga lebih murah bila Anda membeli tiket untuk 2 penumpang (GV2) sekaligus atau sekian orang sekaligus seusai angka dibelakang kode ‘GV’.
Tapi pilihan ini tidak dianjurkan bagi para penikmat solo backpacking alias lebih menikmati jalan-jalan seorang diri buat menghindari ‘cerai’ di jalanan. Kecuali memang sudah janjian bepergian sendiri-sendiri, tapi patungan beli tiket GV2 untuk sarana penghematan semata.
3 Destinasi
Sebagai orang Indonesia (sigh!) yang memiliki hari libur lebih terbatas dibanding para pekerja di Eropa, Amerika bahkan Asia Tenggara sekalipun (contohnya di Filipina, cuti yang tidak diambil bisa digabung hingga total mencapai 2 bulan), ‘mengakali’ pendeknya waktu berkunjung juga perlu disiasati.
Artinya, meski hanya membelanjakan sedikit hari di daerah tujuan, bila tingkat kepuasan terpenuhi maka liburan jadi berarti. Tapi jangan juga terminologi ini menjadi ‘trailblazer‘: datang, lihat dan pergi tanpa membawa kenangan!
Yang perlu digarisbawahi: pelajari pace diri Anda sendiri (contohnya: perlu berapa lama menikmati suatu kota, berapa lama menghabiskan waktu di suatu museum, berapa lama berjalan kaki dari satu titik ke titik lain, perlu berapa lama mengenali landmark kota serta membaca peta) hingga bisa dipahami dalam satu hari Anda akan menghabiskan waktu di berapa tempat.
Tak kalah penting adalah: be yourself. Pergilah atau datangi tempat-tempat yang paling Anda inginkan. Jangan pergi ke London hanya karena teman-teman bilang, “Di kota ini night life nya paling asyik!” karena deretan gedung kuno sepanjang Sungai Thames bisa ‘membius’ Anda, kalau Anda seseorang yang gemar menikmati segi arsitektural suatu kota.
Berangkatlah dengan ide orisinal dan kumpulkan daftar (list) nya. Contohnya (berdasar pengalaman kami): kota tercantik di Eropa Timur (Praha, Budapest, St Petersburg), kota klasik di Eropa Barat (London, Roma, Paris, Berlin), kota tepi pantai, kanal dan pulau terindah (Venezia, Cinque Terre, Santorini) dan seterusnya.
Hitung jarak antara satu dan lainnya di peta dan tentukan rute yang paling realistis berdasarkan waktu lama liburan Anda.
4 Akomodasi
Memilih tempat menginap, senada dengan peribahasa, “Ada uang, ada rupa.” Seberapa besar uang yang dibayarkan, senilai itulah kamar yang Anda dapatkan. Makin dekat lokasi penginapan dengan obyek wisata dan berada di jantung kota, makin mahal pula harganya.
Tidur bersama para wisatawan lain dalam sebuah kamar alias dormitory merupakan pilihan jitu buat berhemat. Bahkan, dormitory menjadi bagian dari romantika backpacking.
Dormitory tersedia berdasar gender serta campuran lelaki dan perempuan (co-ed/mixed dorm). Fasilitasnya bisa berbeda, tergantung pada kebijakan pengelolanya. Seperti bunk bed (tempat tidur) dilengkapi seprai dan selimut, kamar mandi communal ada di tiap kamar atau di luar kamar, disediakan sarapan atau sekadar dapur untuk memasak sendiri dan seterusnya.
Sebagai perbandingan beaya akomodasi tinggal di dormitory, kami pilihkan harga di destinasi beberapa benua: di Singapura SGD20 (Rp 116.250), di Macau HK$80 (Rp 95.000), di Kowloon HK$160 – 300 (Rp 190.000 – 355.500), di Bangkok BHT250 (Rp 62.000), di Venezia USD46 (Rp 425.000), di Edinburgh USD24 (Rp 221.000) dan di Wina, Austria Euro17 (Rp 197.000).
5 Budgeting
Ini dia, hal paling crucial saat rencana liburan sudah dicanangkan. Buat menghemat, carilah beberapa pos pengeluaran yang bisa direduksi atau dikurangi.
Contohnya, dengan memilih penginapan sedikit di luar jantung kota, bisa dapat harga miring. Dan komentar yang kerap kami dengar bila jumpa traveller berusia lebih tua dan tahu di mana kami menginap -tempat favorit, murah tapi jauh dari city centre- mereka akan memuji, “You are young. Jalan kaki sehat buat jantung kalian, kan?!”
Atau ingin lebih hemat lagi? Coba browsing ke www.couchsurfing.com, sebuah situs yang menyediakan prasarana menginap gratis di kediaman penduduk setempat. Tentu saja misinya tak sebatas tempat bermalam, tapi juga sarana pertukaran kebudayaan, pertemanan serta hubungan antarbangsa.
Cara lain, menyiasati jarak antarkota atau negara dengan ‘bermalam’ di kereta. Hingga paginya bisa langsung jalan lagi di tempat wisata berikutnya. Contoh: kereta SNCF dari Bruxelles/Brussel (Belgia) ke Milan (Italia) yang dilengkapi couchette alias tempat tidur.
Lainnya lagi, memilih makanan dari kedai pinggir jalan (bukan kafe). Makin simpel layanan sajinya (tanpa perlu waitress, tanpa perlu memberi tips, tanpa kursi) harganya akan murah.
Selain itu, cermati beaya hidup daerah tujuan wisata. Kawasan Eropa Barat -apalagi Inggris yang ada di pulau tersendiri- serta Skandinavia terkenal ‘raja mahal’ sementara Eropa Timur tergolong lebih realistis. Sebagai perbandingan, budget per harinya adalah sekitar Euro50-80 (Eropa Barat), Euro40-60 (Eropa Timur) dan Euro70-90 (Skandinavia).
Dan jangan lupa, siapkan juga tabungan yang cukup di bank, karena pihak kedutaan akan meminta bukti keuangan paling up-to-date dari si pemohon visa. Sebuah aturan yang tidak bisa ditawar-tawar. Serta uang fiskal dan airport tax.





jadi udh blon jalan2 ke Eropa nya…wish we could go holiday together yaa…. hiks…….
By: kucingkeren on June 30, 2008
at 12:22 pm
udah sis … asyik banget [karena pergi berduanya lebih dari sekali, hehehe
]. jangan hiks dong, someday i’ll ask you as a travel mate
By: ukirsari on July 2, 2008
at 11:33 am
Beruntung, saya bisa ambil kuliah double degree: MSc sama MT (Master of Tourism) alias jalan-jalan. Targetnya, minimal separuh eropa mesti ‘dijajah’. hehe…
By: masboi on July 30, 2008
at 5:22 am
ahhhhhh … mas boy memang sukanya bikin iri
By: ukirsari on July 31, 2008
at 6:46 am
keren yah.. pengen juga backpacking ke Eropa tapi biayanya masih gak nahan bowww..
anyway great blog ^^
By: Suxy on August 6, 2008
at 9:12 am
thanks suxy! pasti bisa kalau menabung dengan rajin
By: ukirsari on August 6, 2008
at 6:03 pm
wah asik sekali nih perjalanannya ya mbak
pengen bgt nih bs gitu
kl diselingi kerja sambilan disana bisa gak ya buat nambah uang saku.hhehehe
salam kenal ya
By: DItajong on September 9, 2008
at 7:28 pm